Selasa, 23 Agustus 2011

Si Bader Suka Jalan Sendiri


B
anyak cerita “misteri”yang beredar di seputar lokomotif cc 201. Mulai dari yang ringan-ringan hingga misteri sungguhan alias cerita berbau mistis. Maklum saja karena lokomotif seri ini jumlahnya banyak, sehingga peluang kecelakaan juga lebih banyak. Bila sudah menyebut kata “kecelakaan” bisa dipastikan disana termuat kata “misteri” dan “mistis”. Apalagi masa dinas lokomotif yang mulai diimpor tahun 1977 ini sudah 33 tahunan dan hamper setiap masinis pernah menjalankannya.
Akan tetapi tidak ada cerita yang sepopuler kisah lokomotif satu ini. Si Bader julukannya. Lokomotif yang suka berjalan nyelonong sendiri dan nabrak. Inilah cerita yang mengarah ke dongeng mistis, layaknya cerita-cerita misteri diseputar Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek. Yaitu kisah lokomotif cc 201 45 milik Dipo Induk Lokomotif Yogyakarta. Konon, dan sekali lagi konon menurut para masinis dan teknisi, lokomotif cc 201 45 adalah lokomotif paling misterius di keluarga cc 201. Banyak kejadian aneh dan membingungkan tentang lokomotif ini.
Menurut Soni Gumilang, Majalah KA edisi 08/Maret 2007, sejak pertama diimpor dari pabrik lokomotif General Electric (GE) Amerika Serikat tahun 1983, lokomotif cc 201 45 dikenal sebagai lokomotif bermasalah. Walaupun hasil tes menunjukkan tidak ada problem, namun sering mengalami kecelakaan atau gangguan tanpa bisa dijelaskan. Frekuensi kecelakaan sesame kereta atau kendaraan bermotor yang dialami si Bader cc 201 45 cukup sering. Ditambah kejadian-kejadian aneh para teknisi saat mempebaiki lokomotif ini pasca tabrakan.
Alkisah, sesuai prosedur, konon setelah diperbaiki di Balai Yasa Pengok, Yogyakarta, lokomotif cc 201 45 di uji statis untuk memeriksa kelengkapannya. Setelah semua bere, lokomotif ini di uji dinamis di jalur tes di depan komplek Balai Yasa Pengok. Apa yang terjadi???? Saat dipacu dengan kecepatan tinggi (60km/jam), mendadak rem gagal berfungsi, sehingga lokomotif melaju terus dan menyeruduk dinding beton pembatas jalur tes dan sebuah warung. Ringsek lagi muka si lokomotif.
Usai perbaikan dan pengetesan ulang aman. Lokomotif cc 201 45 didinaskan untuk menarik rangkaian kereta api Bima. Tak lama berdinas, lokomotif ini mengalami kecelakaan dan masuk rumah sakit lokomotif di Balai Yasa Pengok, Yogyakarta lagi untuk diperbaiki. Selanjutnya berdinas lagi tetap menarik kereta api Bima dan tabrakan lagi. Merasa bingung dengan kelakuan aneh si Bader cc 201 45, tak tanggung-tanggung, para dokter lokomotif Balai Yasa Pengok merasa perlu memanggil “gurunya” teknisi ahli GE langsung dari Amerika Serikat. Saat memeriksa lokomotif cc 201 45, para “suhu” teknisi GE itu bercerita bahwa saat proses pembuatan lokomotif ini memang sudah bermasalah dan banyak terjadi kecelakaan kerja.
Setelah menerima berbagai maasukan dari banyak sesepuh perkeretaapian, akhirnya diputuskan si Bader cc 201 45 harus di ruwat sesuai adat orang Jawa. Para teknisi Balai Yasa Pengok, Yogyakarta konon sepakat meruwat lokomotif si Bader ini, agar bisa dikendalikan dan tidak semaunya sendiri. Caranya dengan mengadakan selamatan dan memasang sepasang tapal kuda bekas di tubuh lokomotif cc 201 45. Lalu memberikan beberapa gram emas dan menyepuh dibagian samping bahwa lokomotif dengan lapisan nikel sehingga terlihat mengkilat. Anehnya, setelah ruwatan ini si Bader cc 201 45 tidak berulah lagi dan tidak mengalami kecelakaan lagi.


April 2008, lokomotif si Bader cc 201 45 ini, sudah berseragam putih bergaris biru. Kelihatannya tambah keren saja. Bahkan beberapa railfans bilang sudah modern, dan tak tampak sebagai lokomotif Bader lagi. Aman! Dinasan sehari-hari lokomotif cc 201 45 dengan seragam baru ini, masih sering menarik KA barang dan kadang KA Ekonomi. Selain dari nomor serinya, si Bader pun mudah dikenali lewat cirri khasnya. Ada lapisan besi mengkilat di salah satu sisi bawah bodinya. Si Bader kini juga tidak boleh lari cepat di atas 80 km/jam. Beliaved or Not!!!!!